Hari Kamis, 14 Maret 2019 adalah hari terakhirku menjalani praktik kerja lapangan (pkl) di Disperindag Kulon Progo. Bukannya senang karena telah selesai, aku malah dibuat malu dengan kegagalanku dalam mensukseskan sebuah acara sosialisasi legalitas usaha di bidang industri tersebut. Bagaimana tidak, waktu itu aku dan temanku dimintai tolong untuk membantu para peserta sosialisasi membuat IUI (Ijin Usaha Industri) secara online di laman oss.co.id dengan laptopku dan laptopnya para panitia.
![]() |
Sumber : perdagangan.kulonprogokab.go.id |
Tapi, ketika proses registrasi berlangsung, laptopku yang bukan merek ASUS tersebut tiba-tiba nge-lag dan macet ngga bisa diapa-apain. Setelah ditunggu agak lama ngga sembuh-sembuh juga. Akhirnya aku pakai jalan pintas, aku matikan paksa saja. Setelah itu aku hidupkan kembali dan yaaahhh sama saja, bahkan malah stop di logo windowsnya saja. Akhirnya aku tidak bisa membantu lagi para peserta untuk registrasi dan digantikan oleh temanku.
Andai laptopku ASUS, mungkin tidak akan terjadi peristiwa memalukan tersebut yaa. Besok kalau beli laptop beli yang merek ASUS ahh.. Aku percaya dengan merek ASUS, kata temen lebih kokoh dan tahan banting 😀.
Ahhh sudah lah, semoga saja pengalamanku itu ngga berulang kembali. Buat yang belum kenal, namaku Dzaki asal Jogja. Aku adalah seorang mahasiswa semester akhir di salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta, waktuku kuliah kira-kira tinggal 4 bulanan lagi dan tersisa waktu 2 bulan untukku menyelesaikan tugas akhir. Doakan yaa, semoga saya dapat menyelesaikan kuliah ini tepat waktu dan di waktu yang tepat.
Butuh kerja keras dan istiqomah dalam menyelesaikan tugas akhir ini, maklum banyak godaan yang menganggu, wkwk. Dibutuhkan juga perangkat keras yang mumpuni untuk dalam menunjang penyelesaian dan pengerjaan tugas akhir. Jadi, saat ini laptop menjadi hal yang krusial bagiku. Setidaknya aku menggunakan laptop untuk beberapa hal, diantaranya :
# Game dan Hiburan
Siapa sih yang ngga suka game dan nonton film? Saya rasa semua juga suka dua aktivitas yang mengasikkan ini. Di sela-sela kesibukanku, terkadang saya sempatkan untuk main game atau nonton film, selain untuk merefresh otakku yang seharian bekerja, juga aku gunakan untuk menambah wawasan dan melatih konsenstrasi, alasan 😂😂. Baru denger yaa? Kalau film menambah wawasan dan game itu untuk melatih konsentrasi. Kalau ngga nge-game dan nonton film, minimal laptop itu saya gunakan untuk dengerin musik.
# Kuliah
Sebagai mahasiswa laptop adalah hal yang wajib, hampir semua tugas-tugas kuliah dikerjakan melalui laptop. Komputer mungkin masih bisa sih, tapi tentu tidak akan bisa dibawa kemana-mana dong. Padahal, mahasiswa biasanya butuh laptop untuk presentasi, kerja kelompok, kerjain tugas di kampus atau sekedar nongkrong di kafe untuk menikmati wifi gratis. 😅
# Content Creator (Bisnis)
Profesi saya adalah seorang content creator di blogger dan YouTube. Setidaknya saya memiliki dua blog yang harus rutin saya post setiap harinya, di tambah 2 channel YouTube yang baru saja saya bangun. Dalam profesi sebagai blogger dan YouTuber dibutuhkan laptop dengan spek yang tinggi, karena didalamnya ada proses editingnya baik itu edit video maupun edit gambar. Makanya, saya lebih sering menggunakan komputer daripada laptop untuk melakukan aktivitas sebagai content creator. Padahal saya pengen banget, sesekali kerja tidak di rumah, kerja di kafe atau dimana gitu dengan laptop berperfoma tinggi. Kira-kira kapan ya bisa terwujud? 😊😊😊
Profesi sebagai YouTuber membutuhkan laptop dengan spek yang tinggi, begitu juga dengan editing gambar/infografis untuk kepentingan konten web juga sama, untuk itu untuk mengedit saya gunakan komputer. Sementara laptop hanya saya gunakan untuk menulis di blog/web.
Dengan kebutuhan-kebutuhan di atas, maka dibutuhkan laptop dengan spek yang tinggi untuk menunjang aktivitas yang seri aku lakukan setiap hari. Saya merasa VivoBook Pro F570 ini sangat cocok untuk menemani saya dalam berproduktivitas setiap harinya.
Disela-sela kesibukan saya sebagai mahasiswa semester akhir ini, aku sempatkan untuk mereview sebuah laptop dari ASUS yang baru saja di launching yaitu VivoBook Pro F570. Saya sudah melihat review-reviewnya di YouTube. Dan well, tanggapanku tentang laptop ini : Mungkin jika punya laptop ini tugas akhirku sudah selesai kali yaa 😂😂😂, pengen bangeeettt dah punya laptoh ini. Semuanya tentang laptop ini aku cucok banget.
👩 : Hehhhh, itu bukan tanggapan kali mas.. 🙉
👲 : Suka-suka aku lah dek, tulisan-tulisan aku juga. Kalau kamu juga suka ngomong..
👩 : Iyaa mas, aku juga suka banget..
👲 : Aku juga suka sama kamu dek, cinta malah 😍
👩 : Maaf mas salah paham, jangan GR dulu. Maksudnya aku juga suka sama laptopnya..
👲 : Teloo dekk 😑 @#$%^&&*
Daripada kena PHP cewek, mending langsung kita mulai aja review laptop yang ngga bakal nge-PHP in kamu, siapa lagi kalau bukan ASUS VivoBook Pro F570 ini.
Harmoni dan ASUS VivoBook Pro F570
Sengaja aku buat judul seperti itu, agar kalian penasaran dan tertarik untuk membaca artikel ini. Harmoni adalah sebuah bentuk kerja sama atau kolaborasi antara berbagai faktor/hal/benda/orang hingga menghasilkan suatu kesatuan yang luhur dan memiliki keindahan. Harmoni sering digunakan dalam music, yang menggambarkan perpaduan antara beberapa suara dan nada yang menghasilkan keindahan.
Kata harmoni tersebut kemudian aku gunakan sebagai sebuah metafora yang mewakili performa yang dimiliki oleh ASUS VivoBook Pro F570 sebagai hasil kolaborasi antara AMD dan NVIDIA. Kok bisa gitu ya??
Di awal tahun 2019 kemarin, ASUS baru saja meluncurkan ultrabook preimium high end yang cakep banget. Selang beberapa minggu, tepatnya di pertengahan bulan Februari 2019 kemarin, pemilik tag line “In Search of Incredible” tersebut kembali menghadirkan laptop dengan inovasi terbarunya di kalangan mainstream yaitu VivoBook Pro F570.
Sedikit ada yang unik dengan laptop ini, laptop ini menggunakan kombinasi mengesankan yang tidak biasa dipakai di laptop-laptop ASUS maupun laptop merek lain. Seperti yang diklaim oleh ASUS bahwa laptop ini menjadi laptop pertama yang menyandingkan antara chipset prosesor milik si merah dengan graphics card milik si hijau.
Padahal sebelum-sebelumnya dan kebanyakan laptop lainnya ketika menggunakan chipset prosesor si merah, maka graphics card yang digunakan adalah Radeon. Begitu juga ketika digunakan GPU dari si hijau, biasanya prosesornya menggunakan seri dari Intel.
Jika kalian pelajari, si merah dan si hijau sebenarnya dari dulu sudah menjadi rival sejati, kedua-duanya adalah salah satu produsen GPU yang paling banyak dicari di dunia. Si merah dengan Radeonnya dan si hijau dengan GeForcenya. Dan dari dulu Radeon dan GeForce sudah saling menyaingi satu sama lain. Lantas kok bisa ya sekarang mereka bersatu di satu laptop?
Entah ada apa gerangan yang membuat kedua perusahaan yang sama-sama berkantor pusat di California ini bersatu. Tapi yang pasti, itu semua berkat ASUS yang bisa menyatukan mereka berdua dalam satu laptop. Semoga saja terobosan ini mampu untuk mendobrak pasar laptop di kelas mainstream ya.
Kembali ke laptop ! Ketika dua mesin ini menyatu, sebuah harmoni telah tercipta yang dapat menghasilkan performa tinggi dan kualitas laptop yang mumpuni.
Bagaimana bisa? Dengan dipakainya chipset prosesor AMD Ryzen 5 atau 7, laptop ini sangat capable untuk tugas-tugas ganda/multitasking, editing maupun pembuatan content. Sementara itu, dengan juga disematkannya graphics card Nvidia GeForce GTX 1050, laptop ini dapat espouse untuk bermain game-game yang agak berat seperti Dota 2 secara smooth tanpa ngelag.
Harmoni ini akan semakin indah karena laptop ini juga didukung oleh komponen lain yang memiliki spek baik, fitur-fitur canggih dan harganya yang sebanding.
Sekarang paham kan mengapa aku memakai kata harmoni dalam judul artikel kali ini? Yang pasti aku sangat pengen punya laptop ini, karena aku percaya laptop ini dapat membuatkan semakin produktiv sebagai content creator dan mahasiswa tingkat akhir. Aku sudah merangkum beberapa alasan mengapa laptop ini sangat worthy (pantas) untuk aku dan kamu semua miliki.
1. Desain Eye Catching Cocok Untuk Kaum Millenials
Pertama kali yang dilihat dari suatu produk biasaya adalah tampilan atau desainnya. Desain dari VivoBook ini agak mirip dengan seri TUF gaming yang dimiliki oleh ASUS, dilihat dari aksen yang berwarna lighting blues di tiap sisinya, begitu juga dengan logo luar dan dalamnya juga bergaya seperti itu.
Selain dipercantik dengan aksen di tiap sisinya, bagian bodi laptop juga dibuat dari bahan plastik berkualitas dengan desain finishing reaper black yang kontrast dengan tulisan berwarna biru elektrik yang membuat laptop ini berkesan mewah, elegant namun tetap gahar layaknya seri gaming keluaran ASUS.
Bagian dalam laptop terdapat touchpad yang cukup luas, dan sisi kananya terdapat finger print sensor yang akan membantumu dalam mengamankan laptopmu. Di bagian keyboard juga terlihat sangat cantik, perpaduan warna yang pas dan terdapat backing lightnya. Oh iyaa, btw numpadnya bisa dibilang mirip juga dengan laptop seri TUF milik ASUS. Mungkin, laptop ini cocok deh buat kalian para gamers yang pengen seri TUF tapi belum kesampaian.
Adapun ASUS VivoBook Pro F570 ini hadir dengan dimensi 21,9 milimeter dengan bobot hanya 1,9 kilogram saja. Ukuran yang pas dan nyaman dibawa kemana-mana karena beratnya yang ringan. ASUS sendiri mengklaim bahwa laptop ini adalah salah satu laptop mainstream performance yang paling ringan di kelasnya.
Di bagian sisi kiri dan kanan terdapat kelengkapan fitur laptop ini seperti satu buah slot microSD card reader, USB 3.1 Type C, HDMI, USB 3.0, RJ45 LAN, USB 2.0 dan Microphone-in/Headphoun jack.
ASUS juga melengkapi laptop ini dengan sistem sirkulasi udara panas yang amat baik, sirkulasi pembuangan hawa panas terletak di area belakang, tidak seperti laptop yang lain yang biasanya terletak dibagian samping kiri/kanan. Dengan begitu, tidak akan menganggu kenyamanan kita pada saat menggunakan mouse atau meletakkan tangan di sisi kiri/kanan laptop.
Sementara itu udara masuk melalui bagian tengah di sisi atas keyboar dipasangi cooling grill. Dengan pemasangan ini udara tidak akan terhambat seperti pada laptop lain yang biasanya terpasang di sisi bagian bawah. Pada penempatan cooling grill di sisi bagian bawah, selain aliran udaranya terhambat juga kotoran seperti debu, kapas dan lain-lain akan dengan mudah terserap masuk ke sisi bagian dalam. Dan itu pernah saya alami di laptop yang saya pakai ini, efeknya laptop panas banget dan kurang nyaman di pakai. Maka, sudah pas banget jika cooling grillnya di pasang menghadap keatas seperti ini.
2. Performa Tinggi Anti Bikin Galau
Padalah Ryzen sendiri merupakan seri prosesor dari AMD yang sudah APU (Accelerate Prosesor Unit), didalamnya sudah terdapat GPU (Grafis Radeon Vega) yang mampu mengolah grafis tanpa dipasangi GPU eksternal. Tapi oleh ASUS masih ditambahi oleh Nvidia GeForce GTX 1050 untuk mendukung grafis yang lebih baik lagi dan tentunya kenyamanan ketika bermain game.
Dari sisi storagenya menggunakan HDD sebesar 1 TB, yang sudah cukup untuk menyimpan file-file harianmu. Untuk menyimpan ratusan film juga masih longgar. Jika dirasa kurang, bisa ditambah dengan hardisk eksternal sendiri. Tapi sayang sih, yang ryzen 5 kok ngga sekalian pakai SSD yaa. Kan jadi tambah ngebut tuh kalau pakai SSD 😂😂😂. Mungkin biar beda kali ya dengan yang pakai Rayzen 7, di seri yang menggunakan Ryzen 7 storagenya terdapat dua yaitu HDD 1 TB dan SSD 256 GB. Pasti kuenceng tuhh buat trasfer data dan game 😂😂.
Pindah ke baterai sebagai tempat penyimpan dayanya, ASUS menggunakan baterai yang agak besar dengan 3 cell 48 Wh. Dengan baterai tersebut, laptop ini diklaim mampu bertahan selama 10 jam pemakaian biasa.
Dari tadi belum ngomong Operating System nya ya? Seperti laptop-laptop ASUS yang lain, ASUS selalu membawakan OS original secara gratis kepada konsumennya. Laptop ini menggunakan OS Windows 10 64 Bit.
3. Asyik Buat Multimedia dan Gaming (Audio Visual Berkualitas)
![]() |
Sumber : techinstyle.asus.com |
Jadi bayangkan, kualitas grafis yang mumpuni ditambah audio yang jernih dan berkualitas. Sangat pas kita gunakan untuk mendengarkan music, recording, nonton film, youtube dan main game. Apalagi didukung dengan baterai 3-Cell 48 Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 10 jam dalam pemakaian normal. ASUS juga support pengisian cepat dimana untuk mengisi 60% hanya butuh waktu 49 menit saja.
4. Tetap Andhap Asor dengan Fingerprint Sensor
👲 : Yee, laptopku ada fingerprintnyaa, punyamu kagak ada kan?
👩 : Yae lah.. ginjalmu aja bisa aku beli.
👲 : Kampreett 😒😒😒
5. Gamers Pemula Merapat !!!
6. Cucok di Hati, Nyaman di Tangan
![]() |
Asus VivoBook Pro F570 |
Dan yang paling aku suka dari keyboardnya adalah adanya numpad di sebelah kanan. Itu akan cukup membantu aku ketika input angka-angka yang banyak sekali.
Spesifikasi Lengkap
Main Spec
|
ASUS VivoBook Pro F570ZD
|
CPU
|
AMD Quad Core R5-2500U Processor, 2.0 GHz (2M Cache, Up to 3,6 GHz (1)
AMD Quad Core R7-2700U Processor, 2.2 GHz (2M Cache, up to 3.8 GHz (2)
|
Operating System
|
Windows 10 Home 64-bit
|
Memory
|
8GB DDR4 2400MHz SDRAM (onboard) with SO-DIMM socket up to 16GB
|
Storage
|
SATA 1TB 5400RPM 2.5′ HDD
|
Display
|
15.6” Full HD 1920x1080p 16:9, Anti-glare, ultra slim 200nits with 45% NTSC
|
Graphics
|
Nvidia GeForce GTX 1050 with 4GB GDDR5 VRAM
|
Input/Output
|
1x Type-C USB3.1 port, 1x USB 3.1, 2x USB 2.0, 1x audio combo jack, 1x HDMI, 1x MicroSD Card Reader, 1x RJ-45 LAN
|
Camera
|
HD Web Camera
|
Connectivity
|
Dual-band 802.11ac Wi-Fi, Bluetooth 4.2
|
Audio
|
ASUS SonicMaster stereo audio system with surround-sound, Array microphone with Cortana voice-recognition support
|
Battery
|
3 -Cell 48 Wh Battery
|
Dimension
|
37.4 x 25.6 x 2.19 cm (WxDxH)
|
Weight
|
1.96 kg with battery
|
Colors
|
Reaper Black with Lightening Blue edges
|
Price
|
Start from Rp11.799.000
|
Warranty
|
2 tahun garansi global
|
Apa Kata Mereka??
1. Medcom.id
Jika Anda sering berkutat dengan software pengedit foto dan video, serta Anda sesekali senang untuk bermain game, ASUS VivoBook Pro F570 ini cocok untuk Anda.
2. Tek.id
Perpaduan antara prosesor AMD Ryzen generasi kedua dengan GPU GTX 1050, menghasilkan performa yang cukup tinggi.
3. TeknoReview.net
Kombinasi Ryzen 5 dan GeForce GTX 1050 menghadirkan kinerja yang cukup memadai untuk aktivitas multimedia dan digital masa kini.
4. GadgetEmpire.id
Spesifikasi VivoBook Pro F570 ini tidak biasa, karena menggabungkan chip CPU bertenaga dari AMD dan juga chip GPU yang bertenaga dari Nvidia.
Nah itu adalah beberapa ulasan dan review dari ASUS VivoBook Pro F570, sekarang sudah terbukti kan bahwa laptop ini memiliki spesifikasi yang mumpuni?
KESIMPULAN
ASUS menjadi brand laptop yang memberikan terobosan baru dengan menggabungkan antara si merah dan si hijau. Sejauh ini reaksi pasar begitu positif dengan diluncurkan produk ini, banyak masyarakat yang kemudian pengen menjajal laptop ini yang merupakan besutan dari brand “In Search of Incredible”/ASUS.
Dengan dipakainya prosesor AMD Ryzen 5 dan 7, serta GPU dari Nvidia GeForce GTX 1050 tentu saja akan memiliki tenaga yang prima. Capable untuk menjalankan multi tasking, editing dan pembuatan kontent. Grafisnya sangat mendukung untuk menonton film 4k, editing gambar/video dan main game.
Anda tak perlu jauh-jauh mencari laptop yang luar biasa. Karena incredible laptop (laptop yang luar biasa) hanya dimiliki oleh pemilik tagline “In Search of Incredible”. Ahmaddzaki.id